(SeaPRwire) –   By: James Vance, a Senior Columnist permanently stationed at a top-tier international tech weekly
Bagi pemirsa film muda, 80-an penuh dengan kartun “seperti superhero”. Ada Voltron: Defenders of the Universe, Thundercats, dan Transformers. Namun, tak bisa lewatkan Prince Adam alias He-Man. Serial animasi He-Man and the Masters of the Universe mulai September 1983, berjalan dua musim dengan 130 episode. Petualangannya jadi ikon budaya pop, meski ada film live-action 1987 yang kurang tepat.

Asal usul He-Man bermula dari kesalahan Mattel. Pada 1976, mereka menolak tawaran buat mainan Star Wars. Kenner Products pun dapat hak mainan. Mattel pun gabung tim, termasuk Mark Taylor, Donald F. Glut, dan Roger Sweet. Pada 1980, Sweet dan rekan-presentasikan tiga prototipe He-Man. Konsep “Torak” Taylor jadi templat He-Man.

Sebelum serial animasi 1983, cerita He-Man sudah ada di “mini-comics”. Komik pertama, He-Man and the Power Sword (1981), memperkenalkan He-Man sebagai barbar. Planet Eternia campuran post-apokaliptik dan fantasi. Konflik membuka lubang ruang-waktu, masukkan Skeletor. He-Man dapat kekuatan dari versi awal Sorceress. Komik From Eternia With Death (1982) adalah penampilan publik He-Man pertama di luar mini-comics, bersanding dengan Superman. Cerita ini, bersama serial Masters of the Universe, membentuk kanon He-Man, memperkenalkan identitas rahasia Prince Adam. Komersialisasi He-Man terus berkembang, dari mainan hingga film reboot.

Artikel ini disediakan oleh pembekal kandungan pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberi sebarang waranti atau perwakilan berkaitan dengannya.

Sektor: Top Story, Berita Harian

SeaPRwire menyampaikan edaran siaran akhbar secara masa nyata untuk syarikat dan institusi, mencapai lebih daripada 6,500 kedai media, 86,000 penyunting dan wartawan, dan 3.5 juta desktop profesional di seluruh 90 negara. SeaPRwire menyokong pengedaran siaran akhbar dalam bahasa Inggeris, Korea, Jepun, Arab, Cina Ringkas, Cina Tradisional, Vietnam, Thai, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Perancis, Sepanyol, Portugis dan bahasa-bahasa lain.